Apa Itu Changer Marketing?

apa itu influencer

Anda diharuskan bisa memilih seorang changer yang dipercaya oleh followernya. Tapi intensitas upload konten yang terlalu sering dapat membuat konten promosi Kamu cepat tertimbun dan bukan terjangkau oleh audiens sebagaiselaku, ala, menurut, optimal. Influencer yang benar adalah cukup konsisten mengupdate kontennya. Hal itu jadi membuat engagement antara did influencer dengan followernya masih terjaga. Saat menggunakan service seorang influencer, brand Kamu akan melekat dengan did influencer. Dengan budget tidak kecil Anda akan memiliki keleluasaan, dengan budget kecil Kamu harus lebih detail memperhatikan rate para influencer.

apa itu influencer

Kamu harus menggali lebih di dalam dan mencari tahu karakteristik follower dari influencer yg ingin Anda gunakan jasanya. Kenyataannya, tidak semua changer memiliki follower yang sepakat dengan karakteristiknya. Contohnya adalah influencer berkarakter hypebeast namun rata-rata followernya adalah anak-anak. Reach berkaitan dengan besarnya orang yang berpotensi tuk dijangkau dari basis pengikut sang influencer.

Changer di level micro walau jangkauannya lebih sempit, dapat memiliki engagement yang banyak. Interaksi yang dibangun masa sang influencer dan followernya juga cukup dekat.

Relevansi terkait sangat penting karena did influencer akan jadi messenger dari produk yang mau Anda pasarkan. Jangan hingga sang influencer tidak menguasai produk kemudian pesan yg disampaikan tidak sesuai yg diharapkan. Influencer Marketing dianggap masih lebih efektif dibanding iklan digital.

Usahakan memilih influencer yang meraih mengerjakan tugas sesuai titah yang Anda berikan. Gak usah sampai Anda membayarnya oleh harga mahal, tetapi tugas yang dikerjakan influencer bukan sesuai. Dengan data wedding dan insight yang Kamu dapatkan itulah yang Kamu jadikan pertimbangan dalam menentukan influencer. Jika Anda mau lebih mudah, Anda dapat mengajak digital agency Jakarta atau KOL management tuk memilihkannya bagi Anda. Mereka bisa memberikan solusi terbagus untuk mencapai target yg Anda tetapkan.

Jika itu permasalahannya, perusahaan harus terlebih dahulu meyakinkan influencer tentang nilainya. Micro-influencer telah membangun follower spesialis dan mereka tidak ingin merusak hubungan mereka dengan penggemar. Macro-influencer umumnya memiliki profil tinggi dan bisa sangat baik dalam meningkatkan awareness. Mereka juga lebih mungkin terbiasa bekerja dengan brand dibandingkan dengan micro-influencer sehingga membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Menurut laporan We Are Social Januari 2019, 3, 484 miliar orang secara aktif memanfaatkan media sosial dan tersebut merupakan 45% dari populasi dunia. Sebaliknya, ketika Kamu memilih influencer dengan mindset yang baik, akan mempermudah dalam memberikan brief.